Rabu, 26 Oktober 2016

TEORI PERKEMBANGANAN DAN TEORI BELAJAR DALAM UPAYA MENGEMBANGKAT MINAT BACA DAN TULIS PADA ANAK

BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Semenjak lahir ke dunia, setiap waktu yang dilalui adalah momen pembelajaran bagi anak. Oleh karena itu, orang tua dan pengasuh memiliki peranan yang sangat penting sebagai guru pertama dalam kehidupan seorang anak. Perkembangan setiap anak adalah unik, pada usia yang sama bisa jadi satu anak mengalami perkembangan yang berbeda dengan anak lainnya. Meskipun demikian, ada hal-hal yang biasanya menjadi pola dalam setiap tahapan perkembangan usia anak, dari penguasaan bahasa menuju kemampuan baca tulis anak.
Keterampilan berbahasa dalam kurikulum di sekolah biasanya mencakup empat segi, yaitu, keterampilan menyimak atau mendengarkan, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis.
Kemampuan membaca akan membantu anak belajar lebih banyak tentang dunia, memahami petunjuk pada tulisan dan gambar, sehingga anak akan senang membaca dan membantu mereka mengumpulkan banyak informasi. Belajar membaca sangat berbeda dari belajar untuk berbicara, dan hal itu tidak terjadi sekaligus. Perlu proses waktu yang berkelanjutan sesuai usia anak untuk belajar membaca
Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis ini maka sang penulis harus terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosa kata. Keterampilan menulis ini tidak akan datang secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan praktek yang banyak dan teratur.
Pada era globalisasi seperti sekarang ini telah terjadi kemajuan yang sangat pesat pada bidang teknologi informasi. Kemajuan itu menuntut dukungan budaya baca tulis, yaitu perwujudan perilaku yang mencakup kemampuan, kebiasaan, kegemaran, dan kebutuhan baca tulis.
Namun hingga saat ini budaya baca tulis belum sepenuhnya berkembang di masyarakat Indonesia. Karena itu jika bangsa Indonesia ingin berhasil dalam pembangunan dimasa depan, pengembangan budaya baca tulis mutlak diperlukan.
Yang menjadi persoalan sekarang adalah,  kapan kemampuan membaca dan menulis mulai diajarkan? Jawaban pertanyaan itu sebenarnya masih berupa polemik. Bagaimana tidak? Sebagian ahli mengatakan membaca dan menulis baru dapat diajarkan setelah anak masuk SD sebagaimana kebijakan kurikulum TK sekarang ini. Tetapi banyak juga ahli yang mengatakan bahwa membaca dan menulis harus diajarkan sejak dini.

B. RUMUSAN MASALAH
Apakah pengertian membaca dan menulis?
Bagaimana tahap-tahap perkembangan membaca dan menulis pada anak?
Apa saja teori belajar yang relevan untuk mengembangkan minat baca tulis pada anak?

BAB II
PEMBAHASAN

A. MEMBACA
Pengertian Membaca
Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan dan informasi, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis.
Dari segi linguistik, membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi (a recording and decoding process), berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan penyandian (encoding). Sebuah aspek pembacaan sandi (decoding) adalah menghubungkan kata-kata tulis (written word) dengan makna bahasa lisan (oral language meaning) yang mencakup pengubahan tulisan/cetakan menjadi bunyi yang bermakna. ( Anderson 1972 : 209-210 ).

B. MENULIS
Pengertian Menulis
Menulis ialah menurunkan atau menuliskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang di pahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik tersebut. Menulis merupakan suatu representasi bagian dari kesatuan-kesatuan ekspresi bahasa.
Menulis adalah suatu bentuk berfikir, tetapi justru berfikir bagi membaca tertentu dan bagi waktu tertentu. Salah satu dari tugas-tugas terpenting sang penulis sebagai penulis adalah menguasai prinsip-prinsip menulis dan berfikir, yang akan dapat menolongnya mencapai maksud dan tujuan. Yang paling penting di antara prinsip-prinsip yang di maksudkan itu adalah penemuan, susunan, dan gaya. Secara singkat; belajar menulis adalah belajar berfikir dalam/ dengan cara tertentu. (D’Angelo, 1980: 5)
Menurut Djago Tarigan dalam Elina Syarif, Zulkarnaini, Sumarno (2009: 5) menulis berarti mengekpresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan. Lado dalam Elina Syarif, Zulkarnaini, Sumarno (2009: 5) juga mengungkapkan pendapatnya mengenai menulis yaitu: meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang dimengerti orang lain.
Menurut Gebhardt dan Dawn Rodrigues (1989: 1) writing is one of the most important things you do in college. Menulis merupakan salah satu hal paling penting yang kamu lakukan di sekolah. Kemampuan menulis yang baik memegang peranan yang penting dalam kesuksesan, baik itu menulis laporan, proposal atau tugas di sekolah.

C.  TEORI PERKEMBANGAN MENURUT PARA AHLI
Menurut Monks dkk, mengartikan perkembangan sebagai “suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak dapat terulang kembali. Perkembangan menunjuk pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali.” Perkembangan juga dapat diartikan sebagai “proses yang kekal dan tetap menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi, berdasarkan pertumbuhan, pematangan, dan belajar.”
Robert Havighurst menyatakan bahwa perkembangan seseorang faktor lingkungan. Ini merupakan satu elemen penting yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak. Beliau memfokuskan kepada keadaaan sekeliling atau lingkungan di mana tempat seseorang anak-anak itu membesar yang akan memberi dan meninggalkan sama ada positif atau negatif bergantung kepada ibu bapak yang memberikan ciri mereka Havighurst menyatakan bahwa tugas-tugas dalam perkembangan anak-anak hanya perlu dipelajari sekali saja seperti berjalan, berlari, perbedaan nama benda dan sebagainya.
Teori Erik Erikson tentang perkembangan manusia dikenal dengan teori perkembangan psiko-sosial. Teori perkembangan psikososial ini adalah salah satu teori kepribadian terbaik dalam psikologi. Seperti Sigmund Freud, Erikson percaya bahwa kepribadian berkembang dalam beberapa tingkatan. Salah satu elemen penting dari teori tingkatan psikososial Erikson adalah perkembangan persamaan ego. Persamaan ego adalah perasaan sadar yang kita kembangkan melalui interaksi sosial. Menurut Erikson, perkembangan ego selalu berubah berdasarkan pengalaman dan informasi baru yang kita dapatkan dalam berinteraksi dengan orang lain. Erikson juga percaya bahwa kemampuan memotivasi sikap dan perbuatan dapat membantu perkembangan menjadi positif, inilah alasan mengapa teori Erikson disebut sebagai teori perkembangan psikososial.
Menurut Santrok Yussen. 1992 Perkembangan merupakan pola perkembangan individu yang berawal pada konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat dan bersifat involusi. Dengan demikian perkembangan berlangsung dari proses terbentuknya individu dari proses bertemunya sperma dengan sel telur dan berlangsung sampai ahir hayat yang bersifaf timbulnya adanya perubahan dalam diri individu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991), "perkembangan" adalah perihal berkembang. Selanjutnya, kata "berkembang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ini berarti mekar terbuka atau membentang; menjadi besar, luas, dan banyak, serta menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan, dan sebagainya. Dengan demikian, kata "berkembang" tidak saja meliputi aspek yang berarti abstrak seperti pikiran dan pengetahuan, tetapi juga meliputi aspek yang bersifat konkret.
Dalam Dictionary of Psychology (1972) dan The Penguin Dictionary of Psychology (1988), arti perkembangan pada prinsipnya adalah tahapan-tahapan perubahan yang progresif yang terjadi dalam rentang kehidupan manusia dan organisme lainnya, tanpa membedakan aspek-aspek yang terdapat dalam diri organisme-organisme tersebut.

D.  TEORI BELAJAR MENURUT PARA AHLI
Teori Belajar Behavioristik 
Teori belajar behavioristik menjelaskan belajar itu adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulans) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respon) berdasarkan hukum-hukum mekanistik. Stimulans tidak lain adalah lingkungan belajar anak, baik yang internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar. Sedangkan respons adalah akibat atau dampak, berupa reaksi fisik terhadap stimulans. Belajar berarti penguatan ikatan, asosiasi, sifat dan kecenderungan perilaku S-R (stimulus-Respon).
Edward Edward Lee Thorndike (1874-1949): belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R ). Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang.
Burrhus Frederic Skinner (1904-1990), Seperti halnya kelompok penganut psikologi modern, Skinner mengadakan pendekatan behavioristik untuk menerangkan tingkah laku. Pada tahun 1938, Skinner menerbitkan bukunya yang berjudul The Behavior of Organism. Dalam perkembangan psikologi belajar, ia mengemukakan teori operant conditioning. Buku itu menjadi inspirasi diadakannya konferensi tahunan yang dimulai tahun 1946 dalam masalah “The Experimental an Analysis of Behavior”. Hasil konferensi dimuat dalam jurnal berjudul Journal of the Experimental Behaviors yang disponsori oleh Asosiasi Psikologi di Amerika (Sahakian,1970)

Teori Belajar Kognitif
Berbeda dengan aliran behavioristik yang lebih menekankan pentingnya pengulangan dan masa lalu yang bersifat mekanistik, pada aliran kognitivisme, siswa dianggap sebagai pembelajar yang aktif . Belajar merupakan proses menemukan (insight – aha) dan memperoleh penyelesaian masalah (problem solving) dan guru berperan sebagai pendamping, teman diskusi serta fasilitator, yang memberikan alat belajar, memanipulasi situasi dan kondisi belajar shg siswa bisa belajar sendiri. Kegiatan belajar lebih ditekankan untuk mengeksplorasi, to manipulate, to experiment, to question, and to search out answers for themselves - activity is essential.

Tokoh-tokoh Teori Belajar Kognitif
Dalam praktek pembelajaran, teori kognitif antara lain tampak dalam rumusan-rumusan seperti : “Tahap-tahap Perkembangan” yang dikemukakan oleh J. Piaget, Bruner dan Ausubel.
Teori Perkembangan Piaget, perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik yaitu  suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf. Dengan makin bertambahnya umur seseorang maka semakin komplekslah susunan sarafnya dan meningkat pula kemampuannya. Piaget tidak melihat perkembangan kognitif sebagai suatu yang dapat didefinisikan secara kualitatif. Ia menyimpulkan bahwa daya pikir atau kekuatan mental anak yang berbeda usia akan berbeda pula secara kualitatif.
Teori Belajar Menurut Bruner, Dalam memandang proses belajar, bruner menekankan adanya pengaruh kebudayaan terhadap tingkah laku seseorang. Dengan teorinya yang disebut free discovery learning, ia mengatakan bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesmpatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori,  aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya.
Teori Belajar bermakna Ausubel, menurut Ausubel, belajar seharusnya merupakan asimilasi yang bermakna bagi siswa. Materi yang dipelajari diasimilasikan dan dihubungkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa dalam bentuk strukur kognitif. Teori ini banyak memusatkan perhatiannya pada konsepsi bahwa perolehan dan retensi pengetahuan baru merupakan fungsi dari struktur kognitif yang telah dimiliki siswa.

Teori Belajar Humanistik
Menurut Habermas, belajar baru akan terjadi jika ada interaksi antara individu dengan lingkungannya. Lingkungan belajar yang dimaksud adalah lingkungan alam maupun lingkungan sosial, sebab antara keduanya tidak dapat dipisahkan.
Teori MasLow
Pentingnya kesadaran akan perbedaan individu, dengan memperhatikan aspek-aspek kemanusiaan. Menggali dan menemukan sisi-sisi kemanusiaan, pada taraf tertentu akan sampai pada penemuan diri. Proses belajar yang ada pada diri manusia adalah proses untuk sampai pada aktualisasi diri (learning how to be).
Belajar adalah mengerti dan memahami siapa diri kita, bagaimana menjadi diri sendiri, apa potensi yang kita miliki, gaya apa yang anda miliki, apa langkah-langkah yang anda ambil, apa yang dirasakan, nilai-nilai apa yang kita miliki dan yakini, kearah mana perkembangan kita akan menuju.

E.  TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MEMBACA DAN MENULIS PADA ANAK
Tahap perkembangan anak berdasarkan usia secara teoritis terbagi dalam 3 (tiga) periode perkembangan sebagai berikut:
1.       Periode Prenatal, yaitu masa perkembangan yang terjadi dalam rahim ibu (mulai pembuahan hingga kelahiran), 270-280 hari / 9 bulan.
2.            Masa Bayi, yang terbagi atas: Masa Neonatal (0-2 minggu) dan Masa bayi (2 minggu - 2 tahun).
3.         Masa Anak-Anak (2-12 tahun), yang terbagi atas dua sub-periode, yaitu: Masa Prasekolah (2-6 tahun) dan Masa Sekolah Dasar (6-10 tahun)

Perkembangan Dasar Kemampuan Membaca pada Anak
Tahap-tahap  perkembangan dasar kemampuan membaca pada anak usia 4-6 tahun berlangsung dalam lima tahap yakni:
1.        Tahap Fantasi (Magical Stage)
Pada tahap ini anak mulai belajar menggunakan buku. Anak mulai berpikir bahwa buku itu penting dengan cara membolak-balik buku.
2.        Tahap Pembetukan Konsep Diri (Self Concept Stage)
Anak memandang dirinya sebagai pembaca dan mulai melibatkan dirinya dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca buku.
3.        Tahap Membaca Gambar (Bridging Reading Stage)
Anak menyadari cetakan yang tampak dan mulai dapat menemukan kata yang sudah dikenal.
4.        Tahap Pengenalan Bacaan (Take-off Reader Stage)
Anak mulai menggunakan tiga sistem isyarat (graphoponic, semantic dan syntactic) secarabersama-sama.Anak mulai tertarik pada bacaan dan mulai membaca tanda-tanda yang ada di lingkungan seperti membaca kardus susu, pasta gigi dan lain-lain.
5.        Tahap Membaca Lancar (Independent Reader Stage)
Anak dapat membaca berbagai jenis buku secara bebas.
Huruf dan  kata-kata merupakan suatu yang abstrak bagi anak-anak, sehingga untuk mengenalkannya guru harus membuatnya menjadi nyata dengan mengasosiasikan pada hal-hal yang mudah diingat oleh anak. Pertama kali mengenalkan huruf biasanya guru memusatkan hanya pada huruf awal suatu kata yang sudah di kenal anak. Dan agar tidak ada kesan pemaksaan “belajar membaca” pada anak maka harus dilakukan dengan menyenangkan.

Perkembangan Kemampuan Menulis pada Anak
Tahap-tahap  perkembangan anak dalam menulis :
·    Tahap 1, Coretan awal, coretan acak, coretan-coretan sering kali digabungkan seolah-olah “krayon” tidak pernah lepas dari kertas.
·         Tahap 2, Coretan terarah, tanda-tanda tertentu (seperti garis-garis atau titik-titik) diulang- ulang, biasanya bentuk lonjong, tanda-tanda itubelum berhubungan.
·           Tahap 3, Pengulangan Garis dan Bentuk
·     Tahap 4, Berlatih huruf. Anak-anak biasanya sangat tertarik huruf-huruf dalam nama mereka sendiri.
·           Tahap 5, Menulis nama
·     Tahap 6, Menyalin kata-kata yang ada di lingkungan. Kata-kata yang terdapat pada poster di dinding atau dari kantong  kata sendiri.
·       Tahap 7, Menemukan Ejaan. Anak usia 5-6  tahun ini telah menggunakan konsonan awal (L untuk Love). Konsonan awal, tengah dan akhir untuk mewakili huruf (DNS) pada kata dinosaurus.
·    Tahap 8, Ejaan Baku. Usaha-usaha mandiri untuk memisahkan huruf dan mencatatnya dengan benar menjadi kata lengkap.

BAB III
KESIMPULAN

A.  KESIMPULAN
Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan dan informasi, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan. ( Anderson 1972 : 214 ).
Menulis ialah menurunkan atau menuliskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang di pahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik tersebut. Menulis merupakan suatu representasi bagian dari kesatuan-kesatuan ekspresi bahasa.
Tahap perkembangan anak berdasarkan usia secara teoritis terbagi dalam 3 (tiga) periode perkembangan sebagai berikut: Periode Prenatal, Masa Bayi, dan Masa Anak-Anak (2-12 tahun).
Tahap-tahap  perkembangan dasar kemampuan membaca pada anak usia 4-6 tahun berlangsung dalam lima tahap yakni: tahap Fantasi (Magical Stage), tahap Pembetukan Konsep Diri (Self Concept Stage), tahap Membaca Gambar (Bridging Reading Stage), tahap Pengenalan Bacaan (Take-off Reader Stage), tahap Membaca Lancar (Independent Reader Stage).
Tahap-tahap  perkembangan anak dalam menulis terdiri dari 8 tahap, yaitu: Coretan awal, Coretan terarah, Pengulangan Garis dan Bentuk, Berlatih huruf, Menulis nama, Menemukan Ejaan, Ejaan Baku.

B.  SARAN
Pada era globalisasi seperti sekarang ini telah terjadi kemajuan yang sangat pesat pada bidang teknologi informasi. Kemajuan itu menuntut dukungan budaya baca tulis, yaitu perwujudan perilaku yang mencakup kemampuan, kebiasaan, kegemaran, dan kebutuhan baca tulis.
Namun hingga saat ini budaya baca tulis belum sepenuhnya berkembang di masyarakat Indonesia. Karena itu jika bangsa Indonesia ingin berhasil dalam pembangunan dimasa depan, pengembangan budaya baca tulis mutlak diperlukan.



DAFTAR PUSTAKA

Internet : (diakses pada 22 September 2016)
Faqihfatony.blogspot.co.id/2012/12/makalah-perkembangan-membaca-untuk-anak.html
http://childrengarden.wordpress.com/2010/04/02/tahap-tahap-perkembangan-anak-dalam-menulis/   
http://duniabaca.com/pengertian-menulis-menurut-para-ahli.html       
http://edukasi.kompasiana.com/2011/09/25/tahap-tahap–membaca-pada-anak-usia-dini/
http://titikfirman.blogspot.co.id/p/tahap-perkembangan-anak.html
http://www.kajianpustaka.com/2013/07/pengertian-tujuan-dan-tahapan-menulis.html
wijayantiromi.wordpress.com/2013/04/28/makalah-membaca-dan-menulis/
www.jalansesama.or.id/index.php/taman-bacaan/52-bahasa-dan-perkembangan-kemampuan-baca-tulis-anak

Internet : (diakses pada 12 Oktober 2016)
Aulia Rahmayanti. 2015. Makalah Teori Belajar Kognitif dan Penerapannya dalam Pembelajaran Psikologi Pendidikan. (http://aul-rahmah.blogspot.co.id/2015/06/teori-belajar-kognitif-dan-penerapannya.html).
http://dakubelajar.blogspot.co.id/2013/04/hubungan-perkembangan-kognitif-terhadap.html?m=1.
http://teoribagus.com/teori-belajar-psikologi-kognitif
Nurul Ilmi. 2014. MAKALAH Teori Belajar Kognitif.  (http://rudisiswoyoalfikir.blogspot.com/2014/04/makalah-teori-belajar-kognitif.html)
Pendekatan Kognitif dalam Menulis (http://kulpulan-materi.blogspot.co.id/2012/05/pendekatan-kognitif-dalam-menulis.html?m=1)
Satria ADV. 2014.  Makalah pendidikan tentang “teori belajar koginitif” . (http://advae.blogspot.com/2014/10/makalah-pendidikan-tentang-teori.html)

TEORI BELAJAR KOGNITIF DAN IMPLEMENTASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN (https://afidburhanuddin.wordpress.com/2014/05/31/teori-belajar-kognitif-dan-implementasi-dalam-proses-pembelajaran/)

Terry Prameswari. 2013. Teori Belajar Kognitif Menurut Para Ahli. (http://crhiry.blogspot.com/2013/12/teori-belajar-kognitif-menurut-paraahli.html)

Internet : (diakses 14 Oktober 2016)
http://betanurdiana.blogspot.co.id/2015/03/teori-perkembangan-anak-menurut-para.html
http://nurzubaini.blogspot.co.id/2012/12/teori-perkembangan-anak-menurut-para.html
http://wildydark.blogspot.co.id/2015/03/teori-teori-perkembangan-diri-manusia.html
http://www.asikbelajar.com/2014/08/tinjauan-teori-perkembangan-anak.html
http://www.ilmupsikologi.com/2016/01/pengertian.belajar.dan.teori.belajar.menurut.para.ahli.html
https://akirawijayasaputra.wordpress.com/2012/03/14/10-teori-belajar-menurut-ahli-2/
https://laodesyamri.net/2016/01/06/11-pengertian-belajar-dan-teori-belajar-menurut-para-ahli/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar