Jumat, 16 Desember 2011

PELAJARAN MORAL ANDREA HIRATA

Satu: Jika tak rajin shalat, maka pandai-pandailah berenang. (Laskar Pelangi, hal 22).

Inspirasi pelajaran moral ini diperoleh setelah Pak Harfan bercerita di hari pertama masuk sekolah, tentang perahu Nabi Nuh serta pasangan-pasangan binatang yang selamat dari banjir bandang. Awalnya, para murid sempat ketakutan begitu melihat penampilan aneh Pak Harfan yang seperti beruang madu. Tapi hal itu terbantahkan setelah beliau sangat piawai menghibur para murid dengan cerita-cerita yang menggelorakan, dengan semangat Perang Badar sekaligus setenang embusan angin pagi. Fiuh ….


Dua: Jangan tanyakan nama dan alamat pada orang tinggal di kebun. (Laskar Pelangi, hal 26).

Orang yang tinggal di kebun tak lain adalah A Kiong. Bapak A Kiong adalah seorang Tionghoa kebun, yakni suatu strata ekonomi terendah dalam kelas sosial orang-orang Tionghoa di Belitong. Saat A Kiong diminta memperkenalkan diri di depan kelas di hari pertama masuk sekolah, mungkin karena nerveous atau terlalu bersemangat hingga tak dapat mengontrol diri, A Kiong hanya diam dan tersenyum sembari menggenggam erat botol minum kosong yang isinya sebelumnya telah ditumpahkan oleh Sahara. Sejak kejadian itu, A Kiong dan Sahara menjadi musuh bebuyutan. Tapi uniknya, begitu dewasa, Allah malah mempersatukan mereka menjadi sepasang suami-istri. Hidup memang unik!


Tiga: Jika Anda cantik, hidup Anda tak tenang. (Laskar Pelangi, hal 60).

Diinspirasi dari burung serindit Melayu atau red breasted hanging parrots yang terkenal cantik nan aduhai, yang selalu mengendap-endap di sela-sela pohon ganitri tua (Elaeocarpus sphaericus schum), sebelum mematuk dahan-dahan Filicium decipens yang berada di belakang sekolah. Karena merasa dirinya cantik, karena itulah serindit Melayu menjaga jarak (sepertinya setiap makhluk yang merasa dirinya cantik memang cenderung menjaga jarak).


Empat: Ternyata nasib yang juga sangat misterius itu adalah seorang pemandu bakat! (Laskar Pelangi, hal 125).

Berkenaan dengan Mahar yang diam-diam memiliki bakat menjadi seorang seniman eksentrik. Karena bakat adalah adalah hal yang sangat misterius. Maka konon di Amerika ada orang yang berprofesi sebagai pemandu bakat.


Lima: Jangan bersahabat dengan orang gila yang perdukunan. (Laskar Pelangi, hal 323).

Orang yang dimaksud adalah Mahar. Saat itu, Laskar Pelangi bertugas membantu tim SAR untuk menemukan Flo yang menghilang di Gunung Selumar. Naluri klenik Mahar mengatakan bahwa Flo berada di sebuah gubuk tua tak berpenghuni itu, sebagaimana petunjuk dari Tuk Bayan Tula. Akhirnya, anggota Laskar Pelangi lainnya terpaksa mengikuti keinginan Mahar untuk turun menuju lembah tempat gubuk itu berada.


Enam: Jika Anda memiliki kesempatan mendapatkan cinta pertama di sebuah toko kelontong, meskipun toko itu bobrok dan bau tengik, maka rebutlah cepat-cepat kesempatan itu, karena cinta pertama semacam itu bisa menjadi demikian indah tak terperikan! (Laskar Pelangi, hal 333).

Ini terjadi lantaran Ikal yang mabuk kepayang dan memendam gejolak rindu tak terperi, setelah Putri Gurun Gobi-nya, Michelle Yeoh-nya, A Ling, meninggalkannya. A Ling hanya memberikan sebuah buku Seandainya Mereka Bisa Bicara dan diary yang berisi kumpulan puisi dari Ikal yang A Ling tulis kembali dalam diary itu.

Sebelas: Untuk mendapatkan wanita cantik, tapi bodoh, Anda harus perlu menjadi provokator. (Edensor, hal 113).

Diinspirasi dari ulah Alessandro D’Archy, seorang playboy, teman Ikal yang bermaksud menaklukkan Katya dengan upaya provokasinya. D’Archy yang diilhami dari leluhurya, Cassanova, yang pertama-tama memancing pertengkaran, memprovokasi, lalu mengakui bersalah secara gentleman dan minta maaf tengan takzim. Hingga membuat Cassanova dapat menguras hati sekaligus dompet ratusan wanita.


Dua belas: kemana pun tempat telah kutempuh, apapun yang telah kucapai, dan dengan siapa pun aku berhubungan, aku tetaplah seorang lelaki udik, tak dapat kubasuh-basuh. (Edensor, hal 160).

Hal ini tercipta setelah Ikal memutuskan hubungannya dengan Katya. Karena Ikal merasa hati dan rindunya bukan untuk Katya. Tapi untuk A Ling.


Tiga belas: tukang jam, tukang reparasi televisi, tukang dadu cangkir, dan penerbit buku adalah profesi-profesi yang patut dicurigai, di mana pun mereka berada. (Edensor, hal 216).

Kejadian yang melatarbelakanginya adalah ketika Arai yang tertipu, setelah ia tahu bahwa arloji Swiss Military yang baru ia beli dan ia bangga-bangakan di depan Ikal ternyata palsu.


Empat belas: tertawalah, seisi dunia akan tertawa bersamamu; jangan bersedih karena kau hanya akan bersedih sendirian. (Edensor, hal 227).

Pelajaran moral ini diinpirasi dari Pak Toha, seorang pembasmi kecoa yang berasal dari Purbalingga, yang Ikal dan Arai temukan di Crainova, Rumania. Pak Toha mengajarkan tentang ketabahan dan prinsip hidup yang selalu optimis, meski ia telah difitnah, ditakut-takuti dan ditinggalkan semua orang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar